Lyric Context Universe
rembulan bisu napasnya mengalir tenang
wahai kenyataan alam
wahai kenyataan diri
rembulan bisu napasnya mengalir tenang
wahai kenyataan alam
wahai kenyataan diri
kau pujaan
kau kenyataan yang hadir untukku
kau samudera lautan taman hati yang terindah
kau pujaan
kau kenyataan yang hadir untukku
kau samudera lautan taman hati yang terindah
seperti yang mereka tahu
aku merasa disudutkan kenyataan
menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
seperti yang mereka tahu
aku merasa disudutkan kenyataan
menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
seperti yang mereka tahu
aku merasa disudutkan kenyataan
menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
seperti yang mereka tahu
aku merasa disudutkan kenyataan
menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
start
kenyataan yang telah ternoda
daripada membuang pandangan
start
kenyataan yang telah ternoda
daripada membuang pandangan
hati diam tak mau pergi
haruskah aku lari dari kenyataan ini
pernah kumencoba tuk sembunyi
hati diam tak mau pergi
haruskah aku lari dari kenyataan ini
pernah kumencoba tuk sembunyi
melayang pesat bagai enggan menembus mata dunia
memang lari dari kenyataan itu pilihanku
terserah orang mau mengecam sikapku
melayang pesat bagai enggan menembus mata dunia
memang lari dari kenyataan itu pilihanku
terserah orang mau mengecam sikapku
kepergianmu
dan semua kenyataan ini
tapi aku tak bisa hidup begini terus
kepergianmu
dan semua kenyataan ini
tapi aku tak bisa hidup begini terus
tenang
semua khayal seakan kenyataan
berlari-lari di taman mimpiku
tenang
semua khayal seakan kenyataan
berlari-lari di taman mimpiku
ini bukan dalam mimpi
ini kenyataan mari renungi
ini bukan sandiwara
ini bukan dalam mimpi
ini kenyataan mari renungi
ini bukan sandiwara
start
diriku dan khayalan dalam kenyataan
kini kualami satu masa indah dalam tidurku
start
diriku dan khayalan dalam kenyataan
kini kualami satu masa indah dalam tidurku
pergi meninggalkan ruang hatiku
hadapi kenyataan
kau memang bukan milikku
pergi meninggalkan ruang hatiku
hadapi kenyataan
kau memang bukan milikku
dalam hidupku
berjalanku terima kenyataan
kau yang tak sayang
dalam hidupku
berjalanku terima kenyataan
kau yang tak sayang
apa yang kurasakan
tak seperti kenyataan
berbagi cinta
apa yang kurasakan
tak seperti kenyataan
berbagi cinta
hidupkan
jadi kenyataan
tak akan kuragu tuk terus melangkah
hidupkan
jadi kenyataan
tak akan kuragu tuk terus melangkah
kau telah ah ah ah terbawa ah ah ah
harus ku terima pahit kenyataan
berpisah ah ah ah terpaksa ah ah ah
kau telah ah ah ah terbawa ah ah ah
harus ku terima pahit kenyataan
berpisah ah ah ah terpaksa ah ah ah
kabeh wes tak perjuangke
namun kenyataan engkau sia-siakan
dan setelahnya hanya kau anggap teman
kabeh wes tak perjuangke
namun kenyataan engkau sia-siakan
dan setelahnya hanya kau anggap teman
coba kau pahami
semua kenyataan ini
hiasi kisahmu nan indah
coba kau pahami
semua kenyataan ini
hiasi kisahmu nan indah
start
lagi sebuah kenyataan
telah kutemui
start
lagi sebuah kenyataan
telah kutemui
bukanlah berarti kebenaran saat nanti
kebenaran bukanlah kenyataan
hidup adalah perjuangan
bukanlah berarti kebenaran saat nanti
kebenaran bukanlah kenyataan
hidup adalah perjuangan