berjalan dengan iman yang tebal
angin pun sepoi-sepoi mendukung
bulan kusembah jam 12 malam nanti
liturgi selesai kutulis sendiri
kiblatnya menghadap hati nurani
harmoni dengan yang hidup dan mati
namun tiba-tiba mereka datang menghadang
pakaian seragam dengan bendera di tangan
seorang juru bicara dengan pengeras suara
hei mengkilat bagai parang