lelaki renta setengah baya
seorang buruh disingkirkan
bising mesin menyulut resah
bangkitkan kau untuk bertahan
pesangon yang engkau kantongi
tajam pisau kepalan tangan
antar kau ke pintu penjara
sedanau nanah dari matamu
tak mampu jatuhkan hati mereka
serimba luka didalam jiwa
hitam benak kini mulai akrab
hitam benar isi hari harimu
kau tafakur dibalik jeruji pengap
kau menjerit coba melawan